+62 82147115656 info@mitsubishi-bali.com
Mobil Penumpang Laris Jelang Lebaran, Kendaraan Komersial?

Mobil Penumpang Laris Jelang Lebaran, Kendaraan Komersial?

Tradisi mudik rupanya memberikan peningkatan pada penjualan mobil penumpang di Indonesia. Sejumlah pemegang merek mobil di Tanah Air mengaku ikut menikmati manisnya Lebaran.

Musim mudik, dianggap merupakan momentum tepat untuk mendulang penjualan mereka. Lalu bagaimana dengan kendaraan komersial?

Menanggapi hal tersebut, Duljatmono, Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, mengatakan, karakter pembeli untuk segmen komersial berbeda dibandingkan mobil penumpang.

“Biasanya kalau menjelang Lebaran itu kebutuhan kendaraan meningkat, cuma karakternya berbeda komersial dengan penumpang. Kalau komersial itu kendaraannya memerlukan waktu karena harus memikirkan karoseri. Itu butuh waktu sekitar 1-2 bulan. Kalau kelasnya Colt Diesel sebulan, kalau Fuso sampai 2 bulan,” katanya.
Ramainya kendaraan komersial diungkapkan Duljatmono terjadi sebelum puasa dan akan kembali normal setelah Lebaran.

“Ramainya bukan pada saat bulan Lebaran atau bulan puasa, tapi sebelumnya. Jadi satu dua bulan sebelum bulan puasa, dan setelah lebaran akan kembali lagi,” ujarnya.

Sumber : www.vivanews.com

Mitsubishi Indonesia Bicara Soal Triton Baru Yang Mirip Xpander

Mitsubishi Indonesia Bicara Soal Triton Baru Yang Mirip Xpander

Mobil pikap double cabin terbaru Mitsubishi Triton kedapatan sedang dites di Spanyol. Double Cabin ini akan diproduksi di pabrik Mitsubishi di Laem Chabang, Thailand. Dan akan diperkenalkan 2019 mendatang sebagai produk global Mitsubishi.

Lalu bagaimana dengan Mitsubishi di Indonesia, apakah tertarik memasukkan model tersebut?

“Kita lihat nanti ya. Karena (Triton) itu produk global, pasti akan datang ke Indonesia. Kita juga masih lihat timing peluncurannya,” ujar Irwan Kuncoro, Direktur Pemasaran MMKSI di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Model terbaru pick up pelahap segala medan ini bakal mengusung desain fascia baru yang gagah dan futuristik, mirip tampang Xpander dan Eclipse Cross. “Itu kan sesuai dengan filosofi desain global Mitsubishi ya, Dynamic Shield,” lanjut Iwan.

Menurut informasi dari Autoevolution, tampang baru Triton ini menyajikan intercooler yang disembunyikan dalam grille tipis.

Desain kabin kabarnya juga akan diubah, agar bisa meningkatkan kenyamanan saat berkendara, begitu juga saat bicara teknologi terbaru, dipercaya model terbaru Triton double cabin ini akan syarat dengan teknologi terbaru, untuk bisa menyaingi Ram 1200 dan Fiat Fullback.

Soal mesin, memang belum bisa dipastikan akan ada pilihan baru atau tidak. Namun sepertinya akan ada pilihan mesin Turbo Diesel.

Di Indonesia sendiri penjualan Triton mencapai 900 unit per bulannya. Konsumennya adalah para pengusaha di bidang perkebunan dan pertambangan.

MMKSI sendiri belum ada niatan untuk memproduksi Triton secara lokal. “Ke depan Triton tetap akan impor karena memang basis produksinya di Thailand. Pasar yang besar di sana,” pungkas Iwan.

Sumber : www.detik.com

Ajaib, Harga Mobil Bekas Xpander Nggak Jauh Beda Dengan Yang Baru

Ajaib, Harga Mobil Bekas Xpander Nggak Jauh Beda Dengan Yang Baru

Xpander mengulang kisah mobil Avanza di pasar mobil bekas. Seperti halnya Avanza, mobil Low MPV (Multi Purpose Vehicle) tersebut menjadi yang paling banyak dicari dan harganya tak terpaut jauh dengan harga mobil baru.

“Itu mobil ajaib. Harga bekasnya bisa mirip-mirip dengan harga barunya, loh. Palingan beda Rp 5 juta. Masih banyak yang cari juga sih,” ujar Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih ketika dihubungi detikOto.

“Lagipula kalau dibeli indennya masih cukup lama. Jadi orang yang tidak sabaran cari di pasar mobil bekas,” tambah Herjanto.

Beberapa waktu lalu, dirinya juga mengatakan bahwa di daerah tertentu harga jual mobkas Xpander bisa jauh lebih mahal dibanding harga barunya. Hal itu disebabkan harga jual Xpander di luar Jakarta memang lebih mahal sedikit.

“Jadi misalkan orang di sini beli mobkasnya Rp 100 juta, dijual bisa Rp 120 jutaan, karena kan di sana biasanya harga barunya bisa lebih mahal dibanding di Jakarta,” ujar Herjanto.
Baca juga: Mitsubishi Xpander Mulai Dilirik Rental

Fenomena Xpander ini mengulangi fenomena Avanza. Dulu orang malah berani menawar mobil bekasnya lebih mahal dibanding yang baru karena saking lamanya inden Avanza.

Sumber : www.detik.com

Berkat Xpander, Konsumen Hijrah Dari Merek Lain Ke Mitsubishi

Berkat Xpander, Konsumen Hijrah Dari Merek Lain Ke Mitsubishi

Melalui Xpander, Mitsubishi sukses menegaskan branding mobil penumpang mereka setelah cukup kuat di mobil komersial. Penjualan Xpander sejak pertama dikenalkan mampu melewati Avanza yang sudah lama menguasai MVP di Indonesia.

Penjualan Xpander yang menakjubkan juga berbanding lurus dengan layanan purnajual Mitsubishi sehingga dianugerahi peringkat tertinggi dalam studi Indonesia Mass Market Customer Service Index (CSI) 2018 yang dirilis oleh J.D power.

“Kami akan punya banyak konsumen baru yang belum pernah pakai Mitsubishi, yang baru akan sensitif, mereka akan kritis, beda dengan yang loyal. Tahun ini konsumen dari merek lain mulai datang ke diler dan pelayanan. Mereka akan kami jadikan konsumen yang loyal, jika tidak mereka akan pindah ke merek lain,” ungkap Direktur of Sales and Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro.

Salah satu usaha untuk mendekati konsumen adalah dengan mempermudah layanan purnajual. MMKSI telah memperluas jaringan diler khusus kendaraan penumpang Mitsubishi dengan total 122 diler di seluruh Indonesia. Mitsubishi merencanakan peresmian 143 diler baru pada akhir Maret 2019 mendatang.

“Untuk meningkatkan layanan perlu lebih dekat ke konsumen dengan mengembangkan diler di seluruh Indonesia. Terutama Xpander yang segmentasinya sangat luas. Oleh karena itu, perlu mengembangkan service aftersales ke seluruh Indonesia,” terang Irwan Kuncoro.

Kemajuan teknologi serta kemudahan memperoleh informasi tak bisa dihindari menjadi penentu pilihan pembeli. Oleh karena itu akan meningkatkan preferensi dalam pemilihan kendaraan yang akan dibeli.

“Saat ini kita berhadapan dengan customer yang lebih rasional. Pelanggan akan melihat jarak bengkel dari rumah yang jadi pertimabangan mereka dalam memilih mobil,” tambah Head of Aftersales and CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Arlan Marzuki.

Sumber : www.detik.com